JAKARTA- Presiden Prabowo Subuanto telah menggelorakan Revolusi dari Istana. Untuk itu Partai Rakyat Adil Makmur (PRIMA) mengajak seluruh rakyat untuk mendukung revolusi yang akan berlangsung cepat yang dipimpin oleh Presiden Prabowo Subianto. Hal ini disampaikan oleh Ketua Umum Agus Jabo Priono dalam sambutan peringatan Hari Lahir Pancasila yang bersamaan dengan Hari Lahir 5 tahun Partai PRIMA, Senin, 1 Juni 2026.
“Revolusi sudah dimulai dari istana. Mari kita sambut dan menangkan Indonesia yang bersatu, berdaulat, adil dan makmur.” tegas Jabo dikutip Bergelora.com di Jakarta, Selasa, (2/6).
Dibawah ini Sikap Politik Partai Rakyat Adil Makmur yang dibacakan oleh Ketua Umum Partai PRIMA, Agus Jabo Priono:
Revolusi sudah dimulai dari istana. Mari kita sambut dan menangkan! Indonesia yang bersatu, berdaulat, adil dan makmur. Mungkin orang-orang masih bertanya dan bersikap meragukan: revolusi seperti apa yang dimulai dari Istana. Apa yang dijebol dan dibangun pemerintahan Prabowo-Gibran?
Yang dijebol jelas yaitu serakahnomics yang selama ini menghalangi jalan rakyat menuju keadilan dan kemakmuran. Siapakah mereka? Mereka adalah Imperialisme, Oligarki dan Birokrat korup. Ketiganya adalah musuh rakyat Indonesia yang harus dijebol, disikat!Â
Dengan menjebol serakahnomics, Pemerintahan Prabowo Gibran membangunkan jalan kemakmuran rakyat dengan bersandarkan pada Pasal 33 UUD 1945 yang selama ini diabaikan.
Arah pembangunan nasional berbasis Pasal 33 UUD 1945 ini pun dipertegas Presiden Prabowo dalam Pidato Presiden di Sidang Paripurna DPR RI tepat di Hari Kebangkitan Nasional ke-118, 20 Mei 2026. Dengan begitu Presiden telah menegaskan arah perubahan pembangunan yang berbeda 180 derajat dengan arah pembangunan sebelumnya.
Dengan Pasal 33 UUD 1945 itu, Presiden menegaskan bahwa Sumber Daya Alam yang melimpah dan kaya digunakan untuk sebesar-besarnya kemakmuran rakyat.
Wujud nyata dari sebesar-besarnya kemakmuran rakyat adalah pembangunan sumber daya manusia dalam skala besar seperti MBG, Cek Kesehatan Gratis, Sekolah Rakyat, Sekolah Garuda dan juga Koperasi Desa Merah Putih yang simultan menggerakkan roda perekonomian nasional. Semua gerak perubahan ini: yang memuliakan rakyat banyak dimulai dari Istana.Â
Revolusi memang tidak mudah. Ada perlawanan dari mereka yang selama ini sudah diuntungkan. Ada juga upaya melemahkan program kerakyatan dengan propaganda, fitnah, bahkan serangan personal.Â
Untuk ini, di Hari Ulang Tahun Partai Rakyat Adil Makmur (PRIMA) yang ke-5, PRIMA menegaskan dukungan penuh dan totalitas kepada Pemerintahan Prabowo Gibran yang secara tepat dan benar meletakkan Pasal 33 UUD 1945 sebagai basis dan arah pembangunan nasional. PRIMA juga menegaskan perlunya memperkuat tiga program ekonomi untuk jalan kemakmuran rakyat:Â
Industrialisasi NasionalÂ
Indonesia tidak boleh terus-menerus menjadi eksportir bahan mentah dan pasar bagi produk asing. Hilirisasi dan industrialisasi adalah jalan sejarah untuk membangun kekuatan ekonomi nasional. Karena itu negara wajib: menguasai sektor-sektor strategis; mengembangkan industri manufaktur nasional; mengurangi ketergantungan impor; memastikan sumber daya alam diolah di dalam negeri; menjadikan teknologi, riset, dan energi sebagai fondasi kemajuan bangsa. Industrialiasi bukan pilihan, melainkan syarat bertahan hidup di tengah perang ekonomi global.
Kedaulatan Pangan dan EnergiÂ
Bangsa yang bergantung pada pangan dan energi asing tidak akan pernah benar-benar merdeka. Karena itu petani, nelayan, dan pekerja produksi pangan harus menjadi prioritas negara. Reforma agraria, irigasi, pupuk murah, dan teknologi pertanian harus diperluas. Indonesia harus mempercepat transisi menuju swasembada energi melalui biofuel, hilirisasi migas, energi terbarukan, dan penguatan infrastruktur energi nasional. Kedaulatan pangan dan energi adalah fondasi keamanan nasional.
KoperasiÂ
Partai PRIMA melihat koperasi sebagai alat perjuangan rakyat banyak untuk turut memperkuat ekonomi nasional. Karena itu pembangunan Koperasi saat ini yang diinisiasi Pemerintah merupakan langkah strategis untuk ke depannya menjadi soko guru ekonomi nasional. Pada instrumen koperasi ini terbuka juga kesempatan untuk perubahan yang lebih fundamental nasib 60 persen penduduk Indonesia di pedesaan yang termasuk menengah ke bawah hingga miskin ekstrim.Â
Semua niat baik hanya akan menjadi angan-angan jika tanpa kerja nyata. PRIMA menyerukan kepada simpatisan, anggota dan kader PRIMA untuk bekerja mendukung revolusi yang sudah dimulai dari istana tersebut. PRIMA mengintruksikan semua pimpinan dari berbagai tingkat dari pusat hingga desa untuk dapat mewujudkan kerja nyata dengan membangun blok politik atau aliansi politik mendukung program-program revolusioner Pemerintahan Prabowo-Gibran.
Kepada seluruh Rakyat Indonesia, Partai PRIMA menyerukan tetap menjaga persatuan nasional dan terus menyokong Pemerintahan Prabowo-Gibran yang telah bekerja dan memulai revolusi untuk memenangkan hak Rakyat Indonesia berdasarkan Pasal 33 UUD 1945.
Jakarta, 1 Juni 2026
Hidup Rakyat!
Hidup Partai PRIMA!
Peringatan Harlah Sederhana

Peringatan Hari Lahir Pancasila yang bersamaan dengan Hari Lahir 5 tahun Partai PRIMA diperingati secara sederhana dihadiri oleh masyarakat kelurahan setempat di Jalan Bacang C 310/ RT 7/RW 6, Kelurahan Rawasari, Kecamatan Cempaka Putih, Jakarta Pusat. Hadir juga anggota dan pimpinan organisasi sayap Partai PRIMA yang terdiri dari LMND (Liga Mahasiswa Nasional untuk Demokrasi), FNPBI (Front Nasional Perjuangan Buruh Indonesia), STN (Serikat Tani dan Nelayan Indonesia), SRMI (Serikat Rakyat Mandiri Indonesia) dan JAKKER (Jaringan Kebudayaan Rakyat).
Hadir juga beberapa komisaris BUMN dan pejabat negara dalam acara yang khidmat tersebut menyambut semangat pidato Ketua Umum yang didampingi Sekretaris Jenderal Partai PRIMA Sekjen Mayor Jenderal TNI (Purn) R. Gautama Wiranegara bersama Sekjend.Gautama Wiranegara, Wakil Ketua Umum: A.J. Susmana dan Ketua Mahkamah Partai, Binbin Tresnadi.
“Rakyat tidak boleh hanya menonton, tapi rakyat harus ikut serta dalam revolusi dengan merebut dan mengkonsolidasikan hasil-hasil revolusi. Senua harus masuk barisan revolusi.Jangan sampai Presiden sudah mengibarkan berdera revolusi, tapi rakyat hanya diam menonton dan hasil revolusi diambil kembali kaum kontrev (kontra revolusi),” demikian pesan Jabo lewat Bergelora.com. (Web/Muff)

