KARAWANG – Dinas Pertanian Kabupaten Karawang, Jawa Barat, akan mengajukan bantuan ke Kementerian Pertanian untuk para petani yang areal sawahnya terendam banjir.
“Saat ini kita masih terus melakukan pendataan, selanjutnya akan diajukan (permohonan-red) bantuan ke Kementerian Pertanian,” kata Kepala Dinas Pertanian Karawang Hanafi saat dihubungi di Karawang, Minggu (12/1).
Ia mengatakan, para petani yang areal sawahnya terendam banjir kemungkinan tidak akan mendapat bantuan dari Pemerintah Kabupaten Karawang. Sebab, dalam APBD Karawang tidak ada alokasi anggaran untuk bantuan sawah yang terendam banjir.
“Kalau dari APBD, sepertinya tidak ada (bantuan). Tapi, nanti kita akan mengajukan bantuan ke Kementerian Pertanian,” kata Hanafi.
Meski demikian, bagi petani yang sawahnya terendam banjir dan sudah masuk program Asuransi Usaha Tani Padi (AUTP), bisa mengklaim dengan biaya penggantian Rp6 juta per hektare.
3.000 Hektare
Sebelumnya kepada Bergelora.com dilaporkan, Dinas Pertanian Kabupaten Karawang, Jawa Barat, mencatat areal sawah terendam banjir di berbagai lokasi di daerah penghasil beras itu meluas hampir mencapai 3.000 hektare.
”Ada sekitar 2.900 hektare sawah terendam banjir akibat tingginya curah hujan yang disusul meluapnya sungai. Sawah yang terendam itu tersebar di 23 desa,” kata Kepala Seksi Perlindungan Tanaman Padi dan Palawija Dinas Pertanian Kabupaten Karawang Yuyu Yudaswara kepada pers, Sabtu (11/1).
Beberapa hari lalu, Dinas Pertanian Karawang menyebutkan areal sawah yang terendam banjir mencapai 876 hektare.
Menurut dia, areal sawah yang terendam banjir itu usia tanaman padi-nya beragam. Tapi kebanyakan sawah yang terendam banjir itu ialah tanaman padi yang baru tanam.
Sehingga ada ancaman gagal tanam akibat bencana banjir kali ini. Artinya, benih padi yang telah ditanam kemungkinan akan mati akibat terendam banjir terlalu lama.
Yuyu mengaku pihaknya telah melakukan upaya mengatasi areal sawah yang terendam banjir itu. Di antaranya penyedotan air dan pengerukan saluran pembuang yang mengalami pendangkalan.
Tapi upaya penyedotan kurang optimal karena hingga saat ini curah hujan di wilayah Karawang dan sekitarnya cukup tinggi.
Selain merendam areal persawahan, banjir juga merendam ribuan rumah warga dan sejumlah fasilitas pendidikan.
Hingga kini, banjir yang merendam pemukiman warga sudah mulai surut. Warga dibantu petugas BPBD, polisi dan TNI melakukan bersih-bersih rumah dan lingkungan.
Meski begitu, sebagian besar warga khawatir terjadi banjir susulan sebab hingga ini curah hujan masih tinggi. (Mustofa Bisri)

