JAKARTA — Presiden Prabowo Subianto memberikan taklimat kepada peserta Presidential Future Leaders Program (PFLP) 2026 di Hambalang, Jawa Barat, Minggu (24/5/2026). Program tersebut disiapkan pemerintah untuk membentuk calon pemimpin perusahaan badan usaha milik negara (BUMN) di masa depan.
Dalam keterangan Sekretariat Kabinet, sebanyak 400 peserta mengikuti batch pertama program PFLP 2026. Program ini dirancang langsung oleh Presiden Prabowo sebagai bagian dari upaya memperkuat tata kelola BUMN melalui pembangunan sumber daya manusia yang memiliki karakter kuat dan kapasitas kepemimpinan mumpuni.
“Kedaulatan bangsa ditentukan oleh kualitas pemimpin masa depannya,” demikian pesan yang disampaikan dalam program tersebut dikutip Bergelora.com.di Jakarta, Minggu (24/5).
PFLP 2026 akan berlangsung selama sembilan bulan dan dibagi ke dalam tiga tahapan utama. Tahap pertama berupa pembentukan karakter dan disiplin selama tiga bulan. Selanjutnya peserta akan menjalani penguatan kapasitas manajerial serta pengambilan keputusan di Danantara Corporate University selama empat bulan.
Pada tahap akhir, peserta akan mengikuti program magang selama dua bulan di kementerian, lembaga, maupun lingkungan BUMN.
Program ini menjadi bagian dari strategi pemerintah dalam menyiapkan generasi pemimpin BUMN yang profesional, berintegritas, serta mampu menjawab tantangan masa depan Indonesia.
Danantara Corporate University

Sebelumnya dilaporkan Badan pengelola investasi negara Indonesia, Danantara Indonesia , berencana mendirikan universitas korporat, Danantara Indonesia Academy, dalam dua tahun ke depan. Inisiatif ini bertujuan untuk mendukung ambisi nasional dalam daya saing global dengan menghasilkan talenta kelas dunia.
Berbicara di ImpactPreneurs Summit 2025 di Jakarta pada Selasa, 29 Juli, Chief Investment Officer Pandu Sjahrir menyatakan, “Dalam dua tahun, kami ingin membangun universitas kelas dunia.”
Ia menambahkan bahwa akademi tersebut akan mengkonsolidasikan universitas korporat di seluruh BUMN Indonesia .
Kurikulum ini akan mencakup program pendidikan umum dan khusus, serta dirancang untuk memenuhi standar global. Danantara saat ini sedang menyelesaikan struktur organisasi dan model operasional akademi tersebut. Fase selanjutnya akan berfokus pada standardisasi operasional dan integrasi hukum sebelum peluncuran resminya.
Pandu menekankan bahwa memiliki lembaga pendidikan yang diakui secara global sangat penting jika Indonesia ingin setara dengan negara-negara G7.
“Jika kita ingin Indonesia menjadi negara seperti negara-negara G7, kita harus memiliki universitas berskala global yang diakui sebagai salah satu yang terbaik di dunia. Tanpa itu, kita tidak akan maju,” katanya.
Dalam pidatonya di hadapan para pengusaha muda di acara tersebut, Pandu mendorong perusahaan rintisan untuk mengadopsi pendekatan baru dengan memprioritaskan penciptaan nilai dan struktur yang mudah beradaptasi. Ia juga menyoroti pentingnya kemitraan strategis dengan para investor.
“Perlakukan mitra pendanaan bukan hanya sebagai investor, tetapi sebagai kolaborator. Mereka dapat memberikan dukungan yang signifikan, terutama dalam pengembangan sumber daya manusia dan infrastruktur,” tambahnya. (Web Warouw)

