Sabtu, 25 April 2026

ADA APA POLRI..? Aipda Nikson Alias Ucok, Polisi Bunuh Ibu Kandung di Bogor

JAKARTA – Oknum anggota Polda Metro Jaya, Aipda Nikson Pangaribuan (41) alias Ucok tega membunuh ibu kandungnya, Herlina Sianipar (61), Minggu (1/12/2024).

Kejadian sekitar pukul 21.30 WIB itu, saat korban tengah melayani pembeli di warungnya.

Nikson mendorong ibunya hingga jatuh ke lantai.

Lalu, dia menghantam kepala sang ibu menggunakan tabung gas 3 Kg hingga tewas.

Seorang warga yang sedang berbelanja di warung kelontong milik Herlina, menyaksikan peristiwa tragis tersebut.

Warga itu adalah Hotbin Pasaribu, yang sedang berbelanja di toko Herlina.

Saat Herlina melayani kebutuhan barang yang dibelinya, datang Nikson Pangaribuan dari belakang.

Dia langsung mendorong tubuh ibu kandungnya tersebut sampai tersungkur jatuh.

Lalu, dia mengambil tabung gas elpiji bulat (tabung gas melon), kemudian memukulnya beberapa kali ke kepala ibunya.

Sang pembeli yang menyaksikan langsung penganiayaan tersebut lalu memilih kabur karena takut sebelum kemudian melapor ke warga.

Peristiwa tragis tersebut terjadi di warung milik korban di Kampung Rawajamun, Desa Dayeuh, Kecamatan Cileungsi, Kabupaten Bogor, Jawa Barat.

Kapolsek Cileungsi Kompol Wahyu Maduransyah Putra yang dikonfirmasi membenarkan, insiden pembunuhan terjadi pukul 21.30 WIB saat korban sedang melayani pembeli.

Nikson tiba-tiba mendorong ibunya hingga terjatuh,

Kemudian mengambil tabung gas tiga kilogram yang ada di warung dan memukulkannya ke kepala korban sebanyak tiga kali.

“Ketika ibunya terjatuh ke lantai, Nikson Pangaribuan mengambil tabung 3 kg di warung dan memukulkannya ke arah kepala sebanyak 3 kali,” jelas Wahyu.

Saksi yang melihat kejadian tersebut langsung melarikan diri karena takut.

Saksi Hotbin Pasaribu kemudian melaporkan kejadian ini kepada pihak berwajib.

Setelah menerima laporan pada pukul 22.30 WIB, polisi segera menuju lokasi untuk melakukan penyelidikan.

Korban Herlina Sianipar yang terluka parah dilarikan ke Rumah Sakit Kenari namun dinyatakan telah meninggal dunia saat tiba di sana.

Setelah membunuh ibunya, Nikson melarikan diri naik mobil pikap.

Keesokan harinya, Senin (2/12/2024) dinihari pukul 01.00 WIB, pelaku terlihat memarkirkan kendaraannya di tengah jalan raya depan Rumah Sakit Hermina Cileungsi.

Ia kemudian berjalan kaki menuju Restoran Kopi Kenangan dan membuat keributan di sekitar lokasi.

Polsek Cileungsi, bersama tim dari Polres Bogor dan Polres Bekasi, berhasil mengamankan pelaku tidak lama setelahnya.

Nikson dibawa ke RS Polri Kramatjati menggunakan mobil ambulans.

Kepolisian Masih Mendalami Kasus Ini

Sementara itu, di lokasi kejadian yang merupakan tempat tinggalnya bersama orang tuanya nampak sepi.

Lokasinya berada tepat di pinggir Jalan Raya Narogong, Desa Dayeuh, Kecamatan Cileungsi, Kabupaten Bogor.

Tampak depan dari bangunan tersebut merupakan sebuah toko atau warung berwarna kuning dengan rolling door warna hijau.

Terlihat tak ada aktivitas apapun di lokasi tersebut namun lampu depan dari tempat tersebut menyala cukup terang.

Selain tak ada aktivitas, di sekitar area luar bangunan tersebut pun tak terlihat adanya police line atau garis polisi.

Ditemui terpisah, Hamid selaku Ketua RT di wilayah tersebut mengaku tidak mengetahui secara pasti peristiwa yang terjadi pada Minggu (1/12/2024) tersebut.

Bahkan, ia mengaku baru mengetahui adanya aksi penganiayaan hingga menewaskan pemilik rumah oleh anaknya sendiri dari salah satu warga pada pagi hari.

“Saya mah engga tau, dikasih tau sama warga katanya pak RT tau ga itu si tante meninggal? Kenapa meninggalnya? Dipukul sama anaknya pake gas 3 kilo, saya mah gatau sama sekali. Saya engga kesana, kejadiannya malem,” ujarnya kepada.pers, Senin (2/12/2024).

Kepada Bergelora.com di Jakarta dilaporkan, berdasarkan informasi yang dihimpun, warung tersebut merupakan merupakan toko klontong yang menjual berbagai macam kebutuhan.

Selain itu, warung tersebut juga rupanya diduga menjual minuman beralkohol atau minuman keras (miras).

Hal itupun diakui oleh Hamid yang merupakan ketua RT di lingkungan tersebut.

“Saya sih engga ditutup-tutupin emang jualan, kadang-kadang bir gitu, rokok, minuman anggur,” ujarnya, Senin (2/12/2024).

Diperiksa Propam

Ucok langsung diperiksa Propam Polda Metro Jaya.

“Yang bersangkutan sedang dilakukan pemeriksaan terkait pelanggaran kode etik dan pemeriksaan para saksi-saksi saat ini sedang berjalan,” kata Kabid Propam Polda Metro Jaya Kombes Bambang Satriawan kepada wartawan, Senin (2/12/2024).

Bambang mengatakan Ucok bertugas di Polres Metro Bekasi. Bambang mengatakan proses pemeriksaan etik terhadap Ucok masih berlangsung. Dia menegaskan Ucok akan ditindak tegas.

“Proses kode etiknya sedang berjalan. Iya, akan ditindak tegas,” ujarnya.

Bambang belum bisa memastikan apa sanksi yang akan dijatuhkan terhadap oknum polisi tersebut. Namun, ia memastikan Ucok bakal diberikan sanksi yang tegas atas pembunuhan tersebut.

“Ya pasti akan di berikan sanksi yang tegas,” tegasnya.

Sempat Kabur

Ucok sempat kabur menggunakan pikap setelah membunuh ibu kandungnya. Ia akhirnya tertangkap pada pukul 01.00 WIB tadi setelah sempat membuat keributan dengan warga di kedai kopi.

Kapolres Bogor AKBP Rio Wahyu Anggoro mengatakan Nikson merupakan oknum polisi yang berdinas di polres wilayah hukum Polda Metro Jaya. Nikson sehari-hari tinggal bersama orang tuanya.

“Dia pulang di sini karena tinggal sama orang tuanya sehingga ada sedikit cekcok sehingga orang tuanya dilakukan penganiayaan,” kata Rio kepada wartawan, Senin (2/12).

Rio menegaskan pihaknya akan menyelidiki kasus tersebut secara transparan. Ia juga menegaskan akan menindak tegas pelaku.

“Kami telah melakukan tindakan tegas, kami sudah amankan. Kemudian kami melakukan penyelidikan dan saat ini sidang kode etiknya sedang dilaksanakan Propam Polda Metro Jaya,” ungkap Rio.

Pembunuhan yang dilakukan Ucok terhadap ibu kandungnya ini diketahui oleh warga yang sedang berbelanja di warung korban. Ucok mendorong ibunya hingga jatuh ke lantai.

“Ketika Ibu Herlina (korban) sedang melayani saksi, dari belakang Ucok mendorong ibunya dan ibunya langsung terjatuh ke lantai,” ujar Kapolsek Cileungsi Kompol Wahyu Maduransyah Putra, Senin (2/12).

Ucok kemudian mengambil tabung gas 3 kg yang ada di warungnya itu dan memukulkannya ke kepala ibunya sebanyak 3 kali. Aksi keji Ucok itu membuat saksi melarikan diri karena takut.

Ada Apa Polri?

Dalam kurun waktu yang tidak terlalu lama kejadian polisi bunuh ibu kandung ini didahului beberapa peristiwa heboh lainnya.

Sebelumnya di Semarang, Jawa Tengah seorang polisi di tangkap karena membunuh seorang pelajar. Sampai saat ini motif pembunuhan belum jelas.

Sebelumnya lagi kasus polisi membunuh polisi di Solok, Sumatera Barat. Pun spai saa ini belum jelas motif pembunuhan yang berlatar belakang tambang ilegal.

Ada apa lagi Polri? (Web Warouw)

Related Articles

Stay Connected

22,949FansSuka
3,912PengikutMengikuti
22,900PelangganBerlangganan

Latest Articles