Rabu, 24 Juni 2026

BENERAN WAKIL RAKYAT..! Dasco Telepon Dirut Pertamina Usai Terima Laporan Ancaman PHK 55 Ribu Buruh

JAKARTA – Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad menerima laporan terkait ancaman pemutusan hubungan kerja (PHK) terhadap sekitar 55 ribu buruh pabrik di Bekasi akibat kenaikan harga gas untuk kebutuhan produksi. Menanggapi laporan tersebut, Dasco langsung menghubungi Direktur Utama PT Pertamina (Persero), Simon Aloysius Mantiri.

Laporan itu diterima Dasco saat menghadiri Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) 2026 bersama Presiden KSPI Andi Gani Nena Wea di Hotel Acacia, Jakarta Pusat, Selasa (23/6/2026). Saat menyampaikan pidato di hadapan peserta Rakernas, Dasco langsung menelepon Simon Aloysius Mantiri untuk menyampaikan persoalan tersebut.

“Halo, Pak Dirut Pertamina. Ini saya lagi di Rakernas KSPI, iya. Saya tadi ditanyakan mengenai masalah gas industri. Jadi saya tadi sudah rancang pidato, cuma buyar semua nih gara-gara soal gas. Jadi pertama-tama, saya sebelum pidato saya mau tanya dulu bagaimana nih soal gas industri, apakah ada jalan keluar?” tanya Dasco ke Simon lewat sambungan telepon yang diperdengarkan melalui pengeras suara.

“Siap, Pak Dasco, saya tentunya akan segera koordinasi dengan pihak PGN dan dari kita tentunya komitmen kita agar supaya kita akan lakukan penyesuaian, tentunya setelah mengikuti penyesuaian molekul dari LNG. Kita tentunya lakukan yang terbaik, Pak Dasco, agar supaya segera ada perbaikan dan tentunya untuk mendukung juga teman-teman di industri dengan harga yang… yang sesuai,” jawab Simon.

Dasco lantas menjelaskan kepada Simon bahwa akan ada ancaman badai PHK imbas dari kenaikan harga gas ini. Dasco pun meminta Simon untuk bisa duduk bersama mendiskusikan solusi dalam memitigasi badai PHK tersebut.

“Jadi begini, Pak Simon, jadi dalam berapa hari ini, ini sudah ada ancaman PHK. Jadi mungkin kita juga mesti cari jalan keluar atau kemudian juga yang dalam waktu dekat PHK ini juga harus kita mitigasi bagaimana kemudian pabrik-pabrik ini sekitar 55 ribu katanya yang terancam PHK dan tentunya itu sangat memprihatinkan,” ujar Dasco.

“Nah, mungkin kita bisa duduk sehari-dua hari ini juga dengan, eh, perwakilan dari teman-teman buruh satu-dua nanti mewakili supaya kita bisa cari jalan keluar ya,” lanjutnya.

“Baik, setuju, setuju, Pak Dasco,” jawab Simon.

“Oke ya, makasih ya,” tutup Dasco.

Sebelumnya, Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI), Andi Gani Nena Wea, melaporkan kepada Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad, bahwa ada 55 ribu buruh di Bekasi yang akan terancam PHK. Andi Gani menyebut ancaman ini datang imbas kenaikan harga gas.

“Bang Dasco yang saya hormati. Bang, sekarang, hari ini, kita mengalami kesulitan sangat luar biasa. Dua pabrik anggota saya yang terbesar di Bekasi tutup, Bang. Itu Granito, sebentar lagi menyusul Milenium Keramik dan Mulia Keramik karena gas industri. Ini bahaya sekali,” ujar Andi Gani saat memberi sambutan dalam acara Rakernas 2026 KSPI di Hotel Acacia, Jakarta Pusat, Selasa (22/6).

Andi Gani menjelaskan PHK itu diperkirakan bisa terjadi pekan depan. Dia menyampaikan, kekhawatiran terhadap kenaikan harga gas ini sejatinya telah dibicarakan kepada Menteri ESDM dan dijanjikan akan ada keputusan terkait harga pada pekan ini.

“Dapat dipastikan, Bang Dasco, minggu depan, maksimal sepuluh hari ke depan, 55 ribu orang ter-PHK,” kata Andi Gani.

“Ini menjadi kekhawatiran kita semua karena gas industri, saya sudah ketemu Menteri ESDM, Bung Iqbal, janjinya awal minggu ini harus ada keputusan,” lanjutnya.

Dia menyebut, Granito merupakan pabrik paling besar di Bekasi. Kepastian PHK ini, kata dia, disampaikan langsung oleh pihak pengusahaan.

Dia pun meminta kepada Dasco agar dicarikan solusi. Dia mengatakan ancaman kenaikan gas ini mengerikan dan diperkirakan akan diikuti dengan kenaikan bahan baku lainnya untuk produksi.

“Nah, ini menjadi kemirisan buat kita semua, karena itu saya minta Bang Dasco yang bisa mencari jalan cepat keluar masalah gas industri. Karena harga gas itu dari USD 6, sekarang per hari ini sudah USD 23 per MMBTU. Jadi ini sangat mengerikan. Sebentar lagi menyusul tekstil, pokoknya yang makai gas industri pasti akan berat, akan berat,” tuturnya. (Web Warouw)

Related Articles

Stay Connected

22,949FansSuka
3,912PengikutMengikuti
22,900PelangganBerlangganan

Latest Articles