Sabtu, 15 Juni 2024

HANYA ADA SATU CHINA..! China Tolak Pembangkangan Taiwan dan Tak Akan Ragu Hancurkan AS

JAKARTA – Pemerintah China menyatakan akan menghancurkan sampai berkeping-keping siapa saja yang berani memisahkan Taiwan dari China, termasuk AS.
Pernyataan ini dilontarkan oleh Menteri Pertahanan China, Dong Jun, dalam acara The International Institute for Strategic Studies (IISS), Shangri-La Dialogue 2024, Singapura.

Dong Jun menganggap Partai Progresif Demokratik yang berkuasa di Taiwan saat ini secara bertahap telah melakukan separatisme dan bertekad menghapus identitas bangsa China di daerah pulau itu.

“Para separatis tersebut baru-baru ini melontarkan pernyataan fanatik yang menunjukkan pengkhianatan mereka terhadap bangsa Tiongkok dan nenek moyang mereka. Mereka akan dipakukan pada pilar rasa malu dalam sejarah,” kata Dong, dikutip dari Aljazeera, Minggu (2/6/2024).

Kepada Bergelora.com di Jakarta dilaporkan, dalam forum keamanan terbesar di Asia itu, Dong juga mengatakan bahwa Tentara Pembebasan Rakyat China selalu menjadi kekuatan yang tidak dapat dihancurkan dalam membela penyatuan tanah air, dan akan bertindak tegas setiap saat untuk menghadapi pemberontakan Taiwan dan memastikan bahwa upayanya tidak akan pernah berhasil.

“Siapa pun yang berani memisahkan Taiwan dari Tiongkok akan hancur berkeping-keping dan menderita dari kehancurannya itu sendiri,” tegas Dong.

Pernyataan Dong keluar setelah ia sempat bertemu Menteri Pertahanan AS Lloyd Austin selama lebih dari satu jam di sela-sela forum itu. Keduanya bertemu di hotel mewah yang menjadi tempat penyelenggaraan acara.

Setelah pertemuan tersebut, Austin mengatakan percakapan telepon antara komandan militer AS dan Tiongkok akan dilanjutkan “dalam beberapa bulan mendatang”, sementara Beijing memuji hubungan keamanan yang “menstabilkan” antara kedua negara.

Pemerintahan Presiden Joe Biden dan Xi Jin Ping telah meningkatkan komunikasi untuk meredakan perselisihan antara kedua negara yang sama-sama memiliki senjata nuklir.

Fokus utamanya adalah dimulainya kembali dialog antar militer, yang dipandang penting untuk mencegah perselisihan menjadi tidak terkendali. (Web Warouw)

Artikel Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Stay Connected

342FansSuka
1,543PengikutMengikuti
1,100PelangganBerlangganan

Terbaru