Sabtu, 1 Agustus 2026

INSPIRATIF BANGET NIH..! Mengidap Kanker Stadium Empat Pada Usia 14 Tahun: Sekarang Saya Seorang Dokter!

JAKARTA- Seorang perempuan yang berjuang melawan kanker saat masih remaja, kini merayakan kelulusannya dari universitas dan menjadi dokter.

Ellie Waters-Barnes didiagnosis mengidap kanker jaringan lunak yang agresif pada usia 14 tahun. Peluang bertahan hidupnya hanya berbanding satu dari lima.

Pengalaman itu justru memberinya “kekuatan super” dan pemahaman lebih baik tentang apa pengalaman pasien, sesuatu yang tidak dimiliki oleh setiap tenaga medis.

Ellie Waters-Barnes pada usia empat belas tahun, di ranjang rumah sakit. Ellie menjalani perawatan kanker selama 18 bulan, termasuk sembilan bulan kemoterapi intensif. (Ist)

Kabar yang menyebutkan Ellie mengidap rhabdomyosarcoma alveolar stadium empat pada September 2015 telah mengubah hidup perempuan itu secara drastis.

“Awalnya saya adalah seorang remaja yang sangat sehat dan bugar, kemudian menjalani perawatan yang sangat intensif yang membuat saya sakit parah,” kata Ellie dikutip Bergelora.com di Jakarta, Sabtu (1/8) dari BBC.

Ellie menjalani perawatan selama 18 bulan di Queen’s Medical Centre di Nottingham.

“Berat badan saya turun drastis, rambut saya rontok, dan saya harus diberi makan melalui selang,” ungkapnya.

“Sembilan bulan pertama adalah kemoterapi intensif. Kemudian saya menjalani 28 sesi radioterapi. Setelah itu saya menjalani kemoterapi pemeliharaan selama setahun.”

“Syukurlah, sekarang saya sudah sembuh total, tetapi saat itu kanker yang saya derita sangat ganas. Saya merasa sangat beruntung bisa berada di sini hari ini.”

Meski demikian, efek samping dari pengobatan menyebabkan dia mengalami menopause pada usia 15 tahun, bersamaan dengan masalah-masalah kesehatan yang harus dia jalani seumur hidup

“Saat itu [menopause] bukanlah masalah besar,” kata Ellie.

“Pada usia 15 tahun, saya benar-benar tidak tahu apa itu. Ibu saya bahkan belum mengalami menopause saat itu. Saya pikir itu akan mudah saja.”

“Dokter onkolog saya tidak benar-benar memberi tahu saya tentang apa artinya dan gejala-gejalanya.”

“Awalnya saya merasa tidak pernah menstruasi, tetapi setelah beberapa tahun kemudian saya mengalami keringat malam yang berlebihan, rasa panas, kulit gatal, dan kulit kering.”

Dia mengatakan bahwa pada saat itu dia tidak menyadari bahwa efek tersebut disebabkan oleh menopause.

Hal utama yang Ellie pikirkan saat itu adalah akan sangat sulit melanjutkan pendidikan. Padahal masa itu sangat penting karena dia berusaha masuk sekolah kedokteran.

‘Pelarian saya adalah belajar’

Pengobatan kanker yang Ellie jalani menghadirkan tantangan tersendiri. Sebab, ketika tubuhnya melawan kanker, otaknya harus bekerja keras.

Ellie telah memutuskan untuk mengulang kelas 10.

“Saya tidak bisa mengendalikan apa yang terjadi dengan kanker, tetapi saya bisa bekerja keras,” katanya.

“Sebenarnya saya cukup menikmatinya, karena saya bisa melupakan masalah saya ketika mengerjakan soal-soal kimia dan matematika yang sulit.”

“Itulah mengapa saya akhirnya mendapatkan nilai yang sangat bagus, karena saya tidak punya energi untuk pergi keluar bersama teman-teman saya dan melakukan hal-hal yang biasa dilakukan anak muda pada umumnya. Pelarian saya adalah belajar.”

Meskipun menjalani perawatan di rumah sakit selama bertahun-tahun, bukan pengalaman itu yang mendorong pilihan kariernya.

Ellie Waters-Barnes pada hari wisudanya di Universitas Keele di Staffordshire. Setelah lulus, Ellie akan mulai bekerja di Rumah Sakit Universitas Royal Stoke. (Ist)

“Semua orang [di bangsal] sangat baik, tetapi saya tidak ingin kembali dan dikelilingi oleh kenangan-kenangan buruk,” katanya.

“Setelah saya menyelesaikan perawatan, saya tidak bisa berhenti menonton film dokumenter medis. Saya menontonnya secara obsesif.”

“Ketertarikan saya terhadap dunia kedokteran tumbuh begitu dalam. Saya mulai meneliti hal-hal yang pernah saya alami. Saya rasa saya juga mengembangkan hasrat untuk membantu orang lain.”

Kisah perempuan pengidap kanker – ‘Payudara kiri saya dipindah ke sebelah kanan’

Dia mengaku prioritasnya berubah ketika dia mengidap kanker.

“Saya menyadari bahwa membantu orang-orang dalam keadaan paling rentan mereka jauh lebih memuaskan daripada menghasilkan banyak uang,” kata Waters-Barnes.

“Saya mendapat perawatan dari banyak dokter dan perawat yang luar biasa ketika saya mengidap kanker.”

“Saya pasti bisa lebih memahami prioritas pasien, apa yang mereka inginkan, dan apa yang penting bagi mereka. Ini jelas merupakan kekuatan, bukan kelemahan.”

Lebih dari 10 tahun sejak diagnosis awalnya, perempuan berusia 25 tahun ini masih menjalani pemeriksaan rutin. Dia berharap dapat meningkatkan pelatihan medisnya ke tingkat selanjutnya sebagai Dokter Tingkat Dasar di Rumah Sakit Universitas Royal Stoke.

Dia berharap pengalamannya akan membuatnya menjadi dokter yang lebih baik. (Enrico N. Abdielli)

Related Articles

Stay Connected

22,949FansSuka
3,912PengikutMengikuti
22,900PelangganBerlangganan

Latest Articles