Kamis, 16 April 2026

Mudik Lebaran, Merayakan Kebhinnekaan

Ribuan pemudik sepeda motor melintasi jalur Cilamaya- Cikalong, Karawang, Jawa Barat, menuju Jalur Pantura ke arah Jawa Tengah memasuki H-3 saat puncak mudik Lebaran 2014, Jumat (25/7). Pemerintah memperkirakan mereka yang menggunakan sepeda motor pada mudik tahun ini sebanyak 2 juta lebih. (Ist)

Oleh: A.Khoerussalim Ikhs.

Perayaan lebaran Hari Raya Idul Fitri adalah milik Indonesia, sebagai kesempatan untuk silahturahmi keluarga, tetangga dan para sahabat yang bhinneka tunggal ika. Ternyata, Islam dan tradisi nusantara yang kuat adalah kekhususan yang hanya ada di Indonesia. Bergelora.com memuat tulisan pendek dari A.Khoerussalim Ikhs, Ketua Yayasan Bunga Melati Antara Jatimakmur dibawah ini (Redaksi)

 

Mbak Rina,–begitu saya sering memanggilnya, sudah seminggu sebelum lebaran meninggalkan rumah kontrakannya. Sebagai tukang sayur keliling keberadaannya sangatlah dinantikan setiap pagi oleh ibu-ibu warga komplek. Maklum mbak Rina dengan gerobaknya rajin setiap pagi keliling komplek menjajakan dagangannya dengan teriakan khasnya. “Sayur, sayur…..  Mau masak apa hari ini bu? Ayo sini..!!”, begitu setiap pagi lewat depan rumahku. Sesaat kemudian anda tahu pasti kelanjutannya. Ya, mbak Rina jadi rebutan ibu-ibu warga komplek yang ingin membeli dagangannya.

Sudah seminggu ini mbak Rina menghilang dari komplek perumahan ini. Keberaadaannya sangat dibutuhkan di komplek perumahan ini belum tergantikan. “Enak aja siih kalau sama mbak Rina. Orangnya supel. Bahkan kadang bisa ngutang kalau kita lagi tak ada duit,” kata ibu-ibu ketika aku coba bertanya ingin tahu.

Rupanya dia sudah mudik ke kampungnya lebih awal dari biasanya. Rina sudah dua tahun tidak lebaran di kampungnya. Sehingga kangen betul dengan sanak saudaranya di Kebumen, Jawa Tengah. Karena itulah dia memutuskan mudik lebih awal dari biasanya.

Keinginannya untuk mudik tahun ini harus betul-betul terlaksana walau harus mengumpulkan rupiah demi rupiah dari keuntungan dagang sayurnya. Anak-anaknya yang masih sekolah di SD dan SMP membuatnya dia kadang susah menabung. Tapi kali ini harus bisa pulang kampung. Tekadnya yang amat kuat itulah akhirnya dia sedikit demi sedikit mengumpulkan uang untuk mudik kali ini.

Rupanya fenomena mudik gaya mbak Rina di Jakarta adalah kebutuhan rakyat. Mereka yang berpenghasilan UMP seperti buruh pabrik, office boy, pedagang kecil, asisten rumah tangga, tukang asongan, dan mereka yang kerja serabutan rata-rata harus nabung berbulan-bulan untuk bisa berlebaran di kampungnya. Tidak jarang mereka harus menabung lama, berbulan-bulan supaya bisa pulang kampung.

Bagi mereka yang berpenghasilan besar tiap bulannya barang kali bukanlah problem besar utk bisa pulang ke kampungnya. Lantaran mereka rata-rata juga sudah sering pulang kampung di hari-hari biasa, hari-hari bukan lebaran.

Walau demikian pulang mudik di hari lebaran seperti saat ini tetap saja menjadi keinginan sebagian besar para perantau. Mereka yang merantau lama ke kota dihari lebaran seperti ini tetap menjadi momentum spesial untuk mudik.

Mudik satu fenomena yang unik dan sangat menarik. Berbagai cara orang untuk bisa mudik setiap tahunnya. Belum lagi kendaraan yang digunakan untuk mudik aneka ragam. Semua moda transportasi terpakai dan menemukan momentumnya ya di saat-saat lebaran seperti ini, bahkan pasti harga-harganya juga naik. Pengeluaran mesti ekstra dari bulan-bulan biasanya. 

Moda transportasi udara, laut, darat, semuanya penuh dengan penumpang mudik. Kereta, pesawat, truk, bus, mobil pribadi, motor, bajay, metromini, kapal laut, dll semuanya keluar dari kota, beroperasi sangat ekstra dan mengantarkan penumpangnya ke seluruh pelosok negeri ini. Semua jurusan kota-kota di 34 provinsi, 475 kabupaten/ kota lebih di tanah air ini menyambutnya dengan suka cita.

Jutaan orang mudik untuk berlebaran di kampungnya. Dari tahun ke tahun selalu saja jumlah orang yg mudik tambah.  Inilah migrasi paling Akbar di dunia yang terjadi secara rutin setiap tahunnya. Itu terjadi hanya di Indonesia. Ya hanya di Indonesia, karena di negara-negara lainnya di dunia tidak ada fenomena semenarik ini secara rutin terjadi tiap tahunnya.

Berapa nilai uang yang diputar di momentum lebaran tiap tahunnya? Pastilah trilyunan rupiah untuk bisa ini semuanya terjadi. Bagaimanakah keamanan negara dalam menyongsong hajatan akbar tiap tahunnya ini? Bagaimana logistik penduduk seperti ketersediaan beras, minyak dan aneka sembako (sembilan bahan pokok) beserta turunannya? Bagaiman bisnis fashion, transportasi, energy Nasional, dan lainnya dalam menyambut kemeriahan lebaran? Sederet pertanyaan lain terus bisa diperpanjang untuk mengungkap fenomen yang luar biasa besar ini di negeri ini.

Berbagai analisis para pakarpun tak ketinggalan saling memberikan argumentasinya masing-masing. Semuanya menelisik segala pernak-pernik lebaran dengan segala sisinya. Namun demikian semuanya sepakat bahwa tradisi yang sudah turun-temurun ini harus terus dilestarikan. Masyarakat, negara dan semua steak holder bangsa ini setuju kalau setiap tahunnya hajatan akbar mudik ini harus menjadi agenda nasional yang mengerahkan segala potensi bangsa ini.

Jalan-jalan tol disiapkan, pelabuhan, stasiun, bandara, moda transportasi disiapkan, telekomunikasi,  kebutuhan makanan dan logisktik dll semuanya harus disiapkan oleh negara dengan sebaik-baiknya. Siapapun kepala pemerintahannya jika tidak bisa menegelola manajemen mudik ini dengan baik pastilah akan dikecam oleh seluruh warga negara di Republika Indonesia ini.

Bahkan sebegitu besarnya perhatian negara pada upacara Idul Fitri ini akhirnya harus disepakati bersama dijadikan sebagai hari libur nasional. Bahkan disetiap rezim yang berkuasa, selalu menjadikan lebaran ini sebagai momentum untuk berlomba memberikan yang terbaik untuk rakyat. Walau terkadang ada saja pelayanan negara yang tidak memuaskan warganya.

Mudik menjadi tradisi yang unik dan satu-satunya migrasi manusia dalam waktu yang pendek dan rutin setiap tahunnya karena dimomentum seperti ini syarat dengan nilai-nilai spiritual dan material. Nilai-nilai ibadahnya sangat terasa karena ini merupakan wujud atau cara warga masyarakat negeri ini meluapkan kegembiraannya setelah menang perang melawan hawa nafsu sebulan penuh puasa di bulan romadhan. Kegembiraan ini diejawantahkan lewat cara-cara dan tradisi-tradisi yang ada di setiap daerah di Nusantara ini. Inilah cara islam Nusantara mengelaborasi idul Fitri.

Terunik Di Dunia

Maka itu jika kita perhatikan secara seksama setiap daerah atau kota memiliki tradisinya sendiri-sendiri dalam merayakan lebaran. Ketupat, sayur opor, rendang, bedug bertalu-talu di malam idul fitri, pawai obor, petasan, balon udara, sungkeman, pesta-pesta rakyat dan aneka tradisi lainnya yg tak bisa disebut satu-satu di sini, akan  semakin membuat indahnya lebaran sulit dilupakan.

Begitu banyaknya tradisi dan tata cara masyarakat kita menyambut datangnya lebaran membuat mudik semakin menarik dan rasanya ingin terus mengulanginya setiap tahun. Mudik menjadi tradisi terunik di dunia yang akan terus-menerus diulang oleh anak-anak bangsa ini sampai kapanpun.

Belum lagi cerita-cerita unik saat di perjalanan mudik, seperti kemacetan jalanan, indahnya kota-kota yg dilalui diperjalanan mudik,  aneka cara orang utk mudik, aneka cerita sukses dirantau dan lain-lainnya mbuat spirit mudik tak akan pernah habis.

Mudik senantiasa mengisahkan cerita-cerita indah di tanah rantau yang pasti itu akan terus menerus dikenangnya oleh para pemudik itu sendiri. Maka itu mudik tidak pernah membosankan dan pasti kita ingin akan terus-menerus mengulanginya.

Inilah hajatan migrasi manusia terbesar di seluruh kolong langit ini,yaitu tradisi mudik. Di negara lain selepas puasa romadhan dan ditutup dengan solat Idul Fitri selesailah sudah. Semuanya kembali kerja seperi bisa, semua masyarakat hidup rutin seperti sudah biasa hari-hari yg dilaluinya. Tidak ada sambutan atau pesta-pesta khusus lebaran kecuali sekedar salam-salaman di masjid. Yang pasti tidak ada tradisi seunik Indonesian dalam menyambut labaran.

Di Arab Saudi dan negara-negara Timur Tengah dimana agama mayoritas islam di sana, setelah solat idul Fitri ya tidak ada kumpul-kumpul keluarga seperti sungkeman di negara ini. Apalagi di daratan Eropa, Australia dan atau Amerika, maka lebaran hanyalah dirayakan dengan solat idul Fitri saja. Kalaupun ada tradisi makan opor, baju baru dan lain-lainnya ya itu karena orang Indonesia yang disana rindu dengan kampung halamannya. Berlebaran di negeri orang bahkan menyisakan pilu dan tangis akan kerinduan pada kampung halaman di Indonesia.

Begitu hangat dan meriahnya sambutan warga masyarakat di negeri ini dengan cara-cara dan tradisi-tradisinya masing-masing membuat lebaran susah dilupakan. Siapapun yang kali ini lebaran dirantau, baik di kota-kota negeri ini dan atau yang ada diluar negeri, maka rasa kangen kampung selalu menyeruak dihari yang sangat spesial ini.

Inilah uniknya negeri ini yang kaya dengan tradisi dan budayanya sehingga lebaran atau idul Fitri dirayakan sedemikian rupa oleh setiap masyarakat dengan cara-caranya masing-masing yg unik. Bahkan oleh individu-individu atau keluarga pun punya caranya sendiri-sendiri utk merayakannya. Ini semuanya hanya ada di negeri ini, negeri yang sangat menjunjung tinggi kebhinekaan. 

Related Articles

Stay Connected

22,949FansSuka
3,912PengikutMengikuti
22,900PelangganBerlangganan

Latest Articles