Rabu, 22 April 2026

Nostalgia Bulan September

Senyum Soeharto mendengar penjelasan Proklamator dan Presiden RI Soekarno ,– sebelummelancarkan kudeta militer didukung oleh CIA pada 1 Oktober 1965. (Ist)

Ada yang spesial tahun ini. September PKI mob sudah dikumandangkan jauh-jauh hari, walau ditengah wabah Corona. Makin lama makin lucu bagi kalangan milenial. Apalagi pertunjukan puncak diisi oleh elit oposisi yang mengklaim diri ‘nasionalis’ dan ‘agama’. Sampai kapan kebohongan sejarah berlangsung? Zeng Wei Jian, seorang netizen tajam menggambarkan warna-warni panggung politik Indonesia, September 2020 di tengah pandemi dunia pada pembaca Bergelora.com (Redaksi)

 

 

Oleh: Zeng Wei Jian

PROTAGONIS Anti-systemic groupings & generalised hate mengidap penyakit “Stuck in the past”. Usung Jargon “Kebangkitan PKI” & “PKI Gaya Baru”. Ngajak idup di Era Cold War. Kasihan banget…!!

“Stuck in the past” disebabkan rasa takut menghadapi realita sekarang & Bingung melihat uncertainty masa depan.

Nggak berani kudeta, takut digebuk & enggan merasakan White Terror Wave dari rezim. The future of Theocratic State terlihat blur & obscure. Orang modern anti kampanye garis-kraz. Unhealthy nostalgia adalah solusi mental temporary.

Velvet Revolution (sametová revoluce), Tiananmen Square, The fall of Berlin Wall dan Revolusi 1989 mengakhiri Communist Rule.

PKI abiz di medio 1970an. Malaysia Communist insurgency mulai tahun 1968 dan selesai 1989 setelah China mendukung Commonwealth armed forces dan Malayan National Liberation Army (MNLA).

Boris Yeltsin nge-banned Soviet Communist Party tahun 1991. Tanpa Soviet Union; Communism is dead. Expriment socialism selesai. Nggak mungkin lagi export revolusi. Cuba & Nicaragua  are too weak.

Takdir Komunis; Failed system. Gagal, gagal & gagal lagi adalah communism’s history. Tanpa cantelan internasional, nggak mungkin ada Gerakan Komunis.

Friedrich Engels mendirikan organisasi “Workers International”. Labour parties dan organisasi socialist membangun “Socialist International” di Brussels tahun 1889. Friksi dengan Bakunin’s anarcho-syndicalist dan trade unionist.

Lenin sukses bikin “Comintern” atau “Third Communist International” di Moscow sampai bubar tahun 1943. Joseph Stalin & Nikolai Bukharin mengubah platform komunis internasional dengan teori “socialism in a single country“. Imperium Komunis Soviet dimulai.

“Iron Curtain”: Pidato legendaris Winston Churchill di Missouri merupakan pondasi “Truman Doctrine” yang menjadi basis policy America’s Cold War against Soviet Communist.

Political realism Reagan Doctrine menghancurkan global influence Soviet Union. Operation Urgent Fury-Invasi ke Grenada, Perang Afganistan & Nicaraguan Contras mengakhiri Cold War. Komunis kalah.

Bush Doctrine menggantikan Reagan Doctrine. Bersifat “neo-conservatis”. Menghalalkan preemptive war dan unilateralism. Korbannya Saddam, Qaddafi, Mujahideen & terrorist groups diburu.

President Susilo Bambang Yudoyono adopsi Bush Doctrine. Makanya radical rightist gak bunyi & melantunkan lagu nostalgia pembantaian PKI.

Donald Trump mempraktekan “Doktrin Badut”. Ga jelas. Lucu-lucuan. Sikat sana sini. Imbasnya proxi bingung.

Figure secondary Gatot Nurmantyo dimunculkan. Bersaing dengan First figure Anies Baswedan. Antek Asing Arif Poyuono Pro Gatot di saat bersamaan mendenigrasi Anies Baswedan. Ngga heran caci-maki, bully dan serangan menjadi massive menghancurkan Anies Baswedan. Situs Pemda DKI terpaksa menutup kolom komentar. Ga tahan. Akibat overdosis caci-maki yang diorkestrasi Pro Gatot.

Buzzer hip-hip hura-hura pemakan tulang yang ngga tau apa-apa malah nyebar Meme Anies-Gatot Presiden & Wapres 2024.

Skenario Uncle Sam 2024 adalah Anies-AHY versus Gatot-Sandiaga Uno. Dua-duanya direstui. Dengan catatan Sandiaga Uno bersedia. Berat…!! Mana mau Sandiaga Uno bersanding dengan Gatot Nurmantyo yang mulai identik dengan Taipan Tango Whiskey dan perempuan.

Rezim, Jokowi & Merah Putih ketawa aja melihat nostalgia di bulan September. Buat lucu-lucuan. Hanya berisik di media sosial. White Terror akan diturunkan seperti badai apabila nostalgia berani ditransformasi menjadi gerakan kudeta.

THE END

Related Articles

Stay Connected

22,949FansSuka
3,912PengikutMengikuti
22,900PelangganBerlangganan

Latest Articles