Jumat, 24 April 2026

SAMPAI KAPAN NIH…? Benny Rhamdani: Negara Berhutang Pada Pekerja Migran

JAKARTA- Negara lama berhutang pada pada pekerja migran yang setiap tahun menyetor devisa negara sebesar Rp159,6 triliun. Sebaliknya pelayanan pada pekerja migran bertahun-tahun mengabaikan penderitaan pekerja migran di luar negeri bahkan saat pulang ke Indonesia. Hal ini disampaikannya dalam podcast bersama Akbar Faisal yang diunggah Rabu (12/10).

Sudah 1.448 Pekerja Migran Pulang Dalam Peti Mati:

“Mereka menyumbang devisa Rp159,6 triliun pertahun. Tapi perlakuan negara ya itu tidak terlalu baik ya selama ini saya mengatakan negara abai. Selama ini negara ini berhutang sebetulnya kepada pekerja migran. Hutang itu harus dibayar ya,” tegasnya.

Selama kepemimpinannya ia berusaha berusaha membayar hutang negara kepada pekerja migran dengan mempercepat perbaikan pelayan dan perlindungan bagi pekerka migran.

“Presiden juga mengakui negara tidak cukup optimal. Kejujuran presiden ini pantas mendapatkan apresiasi. Kalau negara jujur atas apa yang dikatakan gagal selama ini atau abai dan negara meminta maaf dan atas permintaan maaf dosa itu kemudian negara membayar hutang melakukan penebusan dosa apakah itu sebuah kehinaan bagi negara? Menurut saya tidak. Permintaan maaf dan melakukan penebusan dosa justru itu negara akan dimuliakan oleh Allah bukan sebuah kehinaan,” tegasnya.

Benny Rhamdani menggambarkan bagaimana perlakuan buruk dialami para pekerja migran sebelumnya. Mereka yang bekerja di luar negeri.setiba di tanah air justru diperlakukan dengan penuh tidak hormat dan penuh kehinaan.

“Dulu ketika mereka tiba di dalam negeri, oknum-oknum yang memiliki atribut kekuasaan menggiring mereka ke satu tempat untuk dipaksa melakukan penukaran uang dolar dan di loket-loket itu sudah disediakan untuk bisnis kotor mereka,” jelasnya

“Bisa dibayangkan, informasinya 1 dolar misalnya 13.000 dan yang diberikan kepada PMI yang Rp10.000, selisih 3.000 dimakan petugas,” jelasnya.

Kedua, Benny melanjutkan ada bisnis kendaraan bus roda empat yang akan mengangkat para pekerja migran yang pulan ke daerah tujuan misalnya ke Surabaya, ke Malang, kemudian ke Semarang, ke Bandung.

“Bus ini menjadi bisnis orang-orang tertentu dengan pihak otoritas bandara menggiring pekerja untuk naik bus itu. Dan yang menyedihkan tidak sedikit mereka di tengah jalan diminta bayaran tambahan dan jika tidak, mereka diturunkan di tengah jalan,” jelasnya.

Kepada Bergelora.com.di Jakarta dilaporkan, asal pekerja migran tersebar di beberapa wilayah. Urutan terbesar dari Jawa Timur sebanyak 1,3 juta orang, kemudian kedua Jawa Barat hampir 1, 994 orang dan yang ketiga adalah Jawa Tengah
962.000 orang, kemudian keempat NTB 500,000 orang, Kemudian yang kelima adalah Lampung 200.000 orang, keenam adalah Sumatera Utara 168.000. ke tujuh adalah Banten 92.000 orang, kedelapan Sulawesi Selatan 73.000 dan yang terakhir itu adalah DKI Jakarta.

Cara Pandang Baru

Benny Rhamdani ingin memberikan sebuah wajah baru untuk merubah cara pandang baru bahwa menjadi pekerja migran adalah profesi yang mulia sebetulnya, terlebih sumbangan mereka yang sangat besar kepada negara ini yaitu Rp.159,6 triliun.

“Menempatkan mereka sebagai pahlawan itu penting bagi negara sehingga konsekuensi negara dengan menempatkan mereka sebagai pahlawan maka harus ada perlakuan-perlakuan istimewa kepada mereka. Kita siapkan berbagai fasilitas misalnya setiap pelepasan mereka dilepas oleh orang-orang penting di Republik ini para pejabat tinggi negara Menko pernah hadir Pak Erlangga menteri Pak Erick Thohir bahkan para anggota DPR yang terhormat ikut mengantar mereka,” ujarnya

Kedua menurut Benny adalah memberikan fasilitas layanan launch di bandara. Selama ini PMI tiba di tanah air jadi korban pemerasan mereka diperlakukan tidak manusiawi mereka terlantar demikian juga ketika mereka mau terbang padahal ada orang-orang penting yang mendapatkan fasilitas istimewa oleh negara.

“Mereka kita berikan penghormatan negara, ada fasilitas istimewa untuk para pahlawan devisa ini. Keluarga yang ditinggal di kampung kita urus juga,” ujarnya. (Web Warouw)

Related Articles

Stay Connected

22,949FansSuka
3,912PengikutMengikuti
22,900PelangganBerlangganan

Latest Articles