Kamis, 22 Februari 2024

Mantan Tapol/Napol Siap Bela Jokowi

JAKARTA- Aktivis Pro-Demokrasi yang berjuang menjatuhkan kediktaktoran Orde Baru sudah waktunya masuk dalam kabinet Jokowi Widodo. Tujuannya agar Presiden Jokowi memiliki lingkaran orang-orang yang sudah teruji dalam perjuangan. Demikian Staff Khusus Tim Kepresidenan, Beathor Surjadi kepada Bergelora.com Jumat (13/2).

“Para aktivis adalah generasi muda yang pada jamannya berani melawan rejim Soeharto dengan gerakan Pro-Demokrasi yang bergerak dengan gagasan kebebasan berfikir, kebebasan menulis, kebebasan berorganisasi dan kebebasan memilih pemimpin,” ujarnya. 

“Mereka yang memperjuangkan pencabutan Paket 5 Undang-undang Politik Soeharto. Sudah seharusnya Jokowi mengaktifkan mantan Tapol, Napol bahkan mantan Daftar Pencarian Orang (DPO),” ujarnya.

Ia menjelaskan bahwa di masa Presiden BJ Habibie, di Istananya hadir Hariman Siregar, mantan narapidana, tokoh Malari 1974. Di masa Presiden Abdurrachman Wahid ada Marsilam Simanjuntak, Rizal Ramli dan Hilal Hamdi. Masa Presiden Megawat ada Dorojatun Kuncorojakti. 

“Masa pemeritnahan SBY lebih hebat lagi. Di Wantimpresnya ada Adnan Buyung Nasution dan Syachrir. Dalam kabinetnya ada Dipo Alam, Jumhur Hidayat. Staff Khususnya mantan pimpinan PRD bawah tanah Andi Arief. Masak dimasa kabinet Jokowi-JK hanya ada Bambang Beathor Suryadi,” jelasnya.

Sementara itu dalam team sukses Jokowi ada Yopie Lasut 1974, Indro Tjahyono 1978. Bonar Naipospos 1989, ada Tapol Standar Kia Latief 1989. 

“Dan masih banyak lagi mantan Tapol, Napol dan DPO era Soeharto yang ikut terlibat dalam Kemenangan Jokowi-JK, yang dapat diposisikan dalam kabinet,” ujarnya.

Sementara menurut Jopie Lasut, pekan lalu dalam pertemuan di Istana Kepala Staff Kepresidenan, Luhut Panjaitan meluruskañ dan meminta maaf pada relawan.

“Hubungan Jokowi dan relawan merenggang adalah karena kesalahan saya. Sibuk dengan penyusunan staff kepresidenan. Bukan Jokowi yang ninggalin tetapi tapi saya yang belum siapkan organnya,” ujar Jopie Lasut mengutip Luhut Panjaitan. 

Sebelumnya dalam pertemuan itu Jopie Lasut, mengatakan beberapa relawan mengkritik Jokowi yang meninggalkan relawan pendukungnya.
Menurut Jopie, Jokowi dan Luhut Panjaitan sedang mempersiapkan pertemuan 6.000 relawan untuk mengkonsolidasikan dukungan terhadap Jokowi. (Web Warouw)

Artikel Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Stay Connected

342FansSuka
1,543PengikutMengikuti
1,100PelangganBerlangganan

Terbaru