BATULICIN- Kompetisi di masa mendatang akan semakin sulit dan semakin ketat, baik antar negara maupun antar individu. Oleh karenanya setiap kali berkunjung ke daerah, Presiden selalu meluangkan waktunya untuk menyerahkan Kartu Indonesia Pintar (KIP), Pemberian Makanan Tambahan (PMT), Program Keluarga Harapan (PKH) dan Kartu Indonesia Sehat (KIS).
Termasuk saat berkunjung ke Lapangan Bola Gunung Tinggi, Desa Gunung Tinggi, Kecamatan Batulicin, Kabupaten Tanah Bumbu, Kalimantan Selatan, pada Minggu, (7/5). Hal tersebut dilakukan pemerintah sebagai upaya mempersiapkan generasi Indonesia yang kompetitif di masa mendatang.
“Persaingan nanti semakin sulit, semakin sukar antar negara. Oleh karena itu kita persiapkan,” ujar Presiden Joko Widodo.
Dalam kesempatan tersebut, Kepala Negara menyerahkan sebanyak 395 KIP untuk anak-anak sekitar Kabupaten Tanah Bumbu. Kartu tersebut dapat digunakan untuk membeli berbagai keperluan sekolah hingga melanjutkan sekolah.
“Kalau yang sudah berhenti (sekolah), ambil KIP, sekolah lagi. Anak-anak kita harus sekolah supaya bisa bersaing dengan semua negara,” ungkapnya.
Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengatakan, pemerintah menginginkan anak-anak Indonesia pintar, pandai, cerdas semuanya. Sehingga mampu memenangkan persaingan yang akan semakin sulit entah 20 tahun yang akan datang, 30 tahun, 40 tahun yang akan datang.
“Oleh sebab itu, anak-anak kita harus disiapkan sekolahnya, disiapkan pendidikannya,” kata Presiden Jokowi saat membagikan Kartu Indonesia Pintah (KIP), Program Keluarga Harapan (PKH), dan Kartu Indonesia Sehat (KIS), Desa Gunung Tinggi Kabupaten Tanah, Kalsel, Minggu (7/5) siang.
Kemudian Kartu Indonesia Sehat (KIS), menurut Presiden Jokowi, ini juga sama, kita ingin bangsa kita ini sehat semuanya, tidak ada yang sakit-sakitan.
Ia mengingatkan, saat ini yang namanya biaya rumah sakit juga mahal. Oleh sebab itu kenapa ada KIS, agar pas saat kita diberi cobaan sakit pakai ini.
“Kalau sakit batuk-batuk ke Puskesmas jangan langsung masuk rumah sakit, hanya batuk saja ke rumah sakit. Kalau sudah dicek di Puskesmas sakitnya kok paru-paru, ini berat, dirujuk ke rumah sakit baru di sana dirawat, dan tidak dipungut biaya. Pemerintah yang bayar,” jelas Presiden.
Kemudian yang PKH yang besarnya Rp1.890.000, Presiden Jokowi menitipkan agar betul-betul untuk yag produktif, untuk sekolah anak, untuk tambahan misalnya usaha kecil-kecilan, boleh.
“Jangan sampai diminta suami untuk beli rokok. Enggak boleh,” ujarnya.
Kemudian, yang terakhir yang pemberian makanan tambahan, menurut Presiden, karena kita ingin di seluruh tanah air Indonesia ini anak-anak tidak ada yang kurang gizi.
Tak lupa, Presiden menitipkan pesan kepada masyarakat untuk menggunakan kartu-kartu yang diberikan dengan sebaik-baiknya. Selain itu, para petugas juga harus memberikan pelayanan yang terbaik.
“Saya titip digunakan dengan sebaik-baiknya. Kalau ada yang pelayanan yang kurang baik, sampaikan ke Bupati, ke Gubernur, kalau tidak tembus sampaikan ke bu Menteri,” tutup Presiden mengakhiri sambutannya.
Kepada Bergelora.com dilaporkan, tampak mendampingi Presiden dan Ibu Negara Iriana Joko Widodo, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhadjir Effendy, Menteri Kesehatan Nila Moeloek, Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa, Kepala Staf Kepresidenan Teten Masduki, Gubernur Kalimantan Selatan Sahbirin Noor, Bupati Tanah Bumbu Mardani Maming. (Bey Machmudin)

