Kamis, 16 April 2026

Tuh..Kan..! PKNU: Terorisme Sudah Menghancurkan Citra Islam

Ketua Partai Kebangkitan Nasional Ulama (PKNU) Sumatera Utara, Muhammad Ikhyar Velayati Harahap (Ist)

MEDAN- masyarakat Sumatera Utara memberikan apresiasi terhadap kinerja kepolisian yang berhasil melumpuhkan pelaku serangan teror di Markas Polda Sumatera Utara. Teror selama ini tidak lumrah dan tidak menyenangkan bahkan justru dapat menghancurkan citra Islam. Hal ini ditegaskan Ketua Partai Kebangkitan Nasional Ulama (PKNU) Sumatera Utara, Muhammad Ikhyar Velayati Harahap kepada Bergelora.com di Medan Kamis (29/6).

“PKNU sangat berterima kasih dan memberikan apresiasi yang sangat tinggi kepada Kepolisian Sumatera Utara yang berhasil melumpuhkan pelaku serangan terorisme di Markas Polda Sumatera Utara. Dengan profesionalisme polisi, masyarakat Sumatera Utara merasa terlindungi dan merasa aman, dan PKNU berharap pihak kepolisian dapat mengusut tuntas jaringan terorisme di Sumatera Utara hingga ke akar akarnya, ujar Muhammad Ikhyar yang juga di kenal sebagai kordinator Forum Aktifis 98 Sumatera Utara.

Ikhyar mengungkapkan bahwa terorisme sesungguhnya terkait dengan beberapa masalah mendasar, antara lain, pertama, adanya wawasan keagamaan yang keliru. Kedua, penyalahgunaan simbol agama. Ketiga, lingkungan yang tidak kondusif yang terkait dengan kemakmuran dan keadilan. Kempat, faktor eksternal yaitu adanya perlakuan tidak adil yang dilakukan satu kelompok atau negara terhadap sebuah komunitas. Akibatnya, komunitas yang merasa diperlakukan tidak adil bereaksi.

Bung ikhyar demikian akrab di sapa menambahkan bahwa kelompok fundamentalis radikal yang fanatik dapat dicirikan oleh beberapa karakter yaitu acapkali mengklaim kebenaran tunggal. Kelompok ini menurutnya cenderung mempersulit agama dengan menganggap ibadah mubah atau sunnah seakan-akan wajib dan hal yang makruh seakan-akan haram. 

“Mereka kebanyakan mengalami overdosis agama yang tidak pada tempatnya. Misalnya, dalam berdakwah mereka mengesampingkan metode gradual, step by step, yang digunakan oleh Nabi dan Walisanga,” katanya.

Ia menilai, sungguh suatu sikap yang kontra produktif bagi perkembangan dakwah Islam ke depannya.

“Mudah mengkafirkan orang lain yang berbeda pendapat. Mereka cenderung memandang dunia ini hanya dengan dua warna saja, yaitu hitam dan putih. Menggunakan cara-cara antara lain seperti pengeboman, penculikan, penyanderaan, pembajakan dan sebagainya yang dapat menarik perhatian massa/publik,” katanya.

Menurutnya, sepuluh tahun terkhir dunia (Islam), termasuk Indonesia, terus diguncang berbagai tindakan terorisme, anarkisme, dan radikalisme beragama.

“Realitas ini jelas bukan sesuatu yang lumrah dan tidak menyenangkan bahkan justru dapat menghancurkan citra Islam,” katanya.

Untuk itu menurutnya, secara otomatis telah menjadi tugas bagi para ulama, tokoh masyarakat, masyarakat Sumut dan Indonesia bersama-sama merapatkan barisan. “Ayo berpegangan tangan untuk maju bersama dalam membangun dan mengembalikan peran dan posisi Islam sebagai agama yang ´rahmatan Lil alamin dan moderat,” ujar ikhyar.

Seperti di beritakan sebelumnya Pos penjagaan di Markas Polda Sumatera Utara diserang dua orang yang diduga pelaku terorisme, Minggu (25/6) lalu. Satu polisi gugur setelah ditikam pelaku, sedangkan satu pelaku penyerangan tewas setelah ditembak polisi, satu pelaku lainnya kritis. (Sugianto)

Related Articles

Stay Connected

22,949FansSuka
3,912PengikutMengikuti
22,900PelangganBerlangganan

Latest Articles