Minggu, 21 Juli 2024

EMANG 23 TAHUN GOOGLE ENGGAK..? Project S TikTok Mesin Pembunuh UMKM Indonesia, Menkop Teten Resah

JAKARTA- Saat ini, pelaku usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) dilanda ketar-ketir dengan masuknya TikTok melalui project S-nya. Pasar di dalam negeri bakal dikuasai produk China. Benarkah?

Tak sedang bercanda, Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki mengaku khawatir dengan masuknya project S TikTok ke Indonesia. Alasannya ya itu tadi, ancaman serius bagi UMKM di Indonesia.

Lantas, kenapa Menkop Teten khawatir? Dijelaskan, TikTok Shop ini menggabungkan tiga hal, yakni media sosial, cross border atau bisnis lintas batas, dan retail online. Dengan menggunakan algoritmanya, TikTok dianggap dapat dengan mudah melakukan market intelligence.

“Mereka tahu persis market di Asia, market di Indonesia. Apa yang paling diminati, mulai dari fesyen, makanan, kosmetik,” kata Teten, dikutip Sabtu (15/7/2023).

Ia menilai, Project S TikTok Shop berpotensi merugikan sektor UMKM dalam negeri. Pasalnya Project S Tiktok Shop dicurigai menjadi cara perusahaan untuk mengumpulkan data produk yang laris-manis di suatu negara, untuk kemudian diproduksi di China.

Dari 21 juta pelaku UMKM yang terhubung dengan ekosistem digital, mayoritas yang dijual adalah produk asal China.

“Sekarang mereka klaim produk yang dijual bukan produk luar. Kata siapa? Ketika saya mau bikin kebijakan subsidi untuk UMKM di online waktu Covid-19, semua pelaku e-commerce tidak bisa memisahkan mana produk UMKM, mana produk impor. Yang mereka bisa pastikan adalah yang jualan di online adalah UMKM. Jadi jangan bohong sama saya,” ujar Menkop Teten.

Kompetisi Dalam Pasar Bebas

Kepada Bergelora.com di Jakarta dilaporkan jauh sebelum ada Tik Tok, Google selama lebih dari 20 tahun telah menyerap dan memiliki data orang seluruh dunia termasuk Indonesia. Data di dalamnya termasuk data pribadi, kebiasaan, trend, termasuk berbagai jenis produk dalam dan luar negeri. Semua data dipakai untuk berbagai kepentingan termasuk aspek ekonomi termasuk oleh berbagai platform sebelum adanya TikTok seperti Facebook, Instagram, Twitter dan lainnya untuk memasarkan berbagai produk.

Di era pasar bebas, platform semacam Googel, Facebook, Instagram dan Twitter termasuk Tik Tok menjadi legal digunakan diseluruh dunia. Hanya saja belakangan ini ada ketakutan dari para kompetitor pemilik-pemilik platform di Amerika Serikat terhadap kehadiran Tik Tok yang berasal dari China. Hal ini disebabkankan jangkauan Tik Tok paling luas diseluruh dunia dan mempromosikan produk yang jauh lebih murah terjangkau masyarakat luas.

Sementara Indonesia yang menjadi pasar yang sangat berorientasi Amerika justru ikut ketakutan, bukannya berinovasi memanfaatkan pasar bebas.

Perlu diketahui bahwa sejak mengganti UUD’45 asli dengan UUD amanden, telah terjun bebas ke dalam pasar bebas dunia yang berkompetisi berebutan pasar.

Mengapa produk China juga dijual oleh UMKM Indonesia, adalah karena produknya lebih murah terjangkau masyarakat luas. Sehingga membawa keuntungan lebih banyak pada UMKM Indonesia.

China menjadi lebih unggul dalam platform Tik Tok dan produk-produknya, karena dukungan penuh pemerintah dan negara dalam sistim ekonominya dalam menghadapi pasar bebas. Sementara Amerika dan eropa apalagi Indonesia tidak mampu seperti China. (Web Warouw)

Artikel Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Stay Connected

342FansSuka
1,543PengikutMengikuti
1,100PelangganBerlangganan

Terbaru