JAKARTA – Presiden Prabowo Subianto mengumumkan bahwa Indonesia bergabung dengan badan keuangan organisasi BRICS, yakni New Development Bank (NDB). Pengumuman itu disampaikan Presiden di Istana Merdeka, Jakarta, usai bertemu dengan Presiden NDB Dilma Rousseff pada Selasa (25/3/2025).
“Indonesia telah memutuskan untuk bergabung dengan NDB,” ujar Prabowo yang dilansir dari siaran YouTube Sekretariat Presiden pada Selasa sore.
Prabowo bilang, sebelumnya Indonesia telah diundang untuk bergabung dengan NDB.
Undangan itu sudah dibicarakan lebih lanjut dengan tim keuangan pemerintah.
“NDB tujuannya untuk membiayai proyek pembangunan berkelanjutan dan juga untuk mendorong ekonomi negara berkembang,” ungkap Prabowo.
“NDB telah memiliki modal awal sebesar 100 miliar dollar (AS), yang telah dikontribusi negara-negara pendiri,” lanjutnya.
Adapun sebelum memberikan pengumuman bergabung dengan NDB, Prabowo dan tim dari Kementerian Keuangan (Kemenkeu) telah melakukan diskusi dengan tim dari NDB.
Kepada Bergelora.com di Jakarta dilaporkan untuk diketahui, NDB merupakan suatu bank pembangunan multilateral yang didirikan oleh negara-negara anggota BRICS pada Juli 2014.
NDB memiliki kantor pusat di Shanghai, China, dan kantor pusat regional di Afrika Selatan.
Sebelumnya, Menteri Luar Negeri (Menlu) RI, Sugiono, melakukan pertemuan bilateral dengan Presiden Dilma Rousseff di sela-sela KTT BRICS Plus yang berlangsung di Kazan, Rusia, pada 23 Oktober 2024 lalu.
Kemenlu menyebut, pertemuan Sugiono dengan Presiden NDB tersebut sempat membahas berbagai program strategis nasional. Antara lain pembangunan rumah rakyat, perbaikan sanitasi sekolah-sekolah, program makan siang bergizi, serta transisi energi berbasis biofuel.
“Menlu menyampaikan program-program tersebut banyak kemiripan dengan program-program bantuan pendanaan NDB,” tulis keterangan resmi Kemenlu.
Kemenlu juga menjelaskan, Presiden NDB menyampaikan program-program Pemerintah Indonesia itu sejalan dengan mandat NDB untuk melawan ketimpangan. (Web Warouw)

